Polisi Jaga Ketat, Wapres JK Resmikan Gedung Unisma di Malang Kota

31 JK Resmikan gedung unismaTribratanewsJatim.com: Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) meresmikan empat gedung baru milik Universitas Islam Malang (Unisma), Sabtu (31/10/2015). Selain itu, JK juga akan melakukan groundbreaking atau penggalian pondasi pertama pembangunan gedung Pascasarjana Unisma dan Rumah Sakit Islam (RSI) Malang Kota, Jawa Timur.

Adapun keempat gedung baru yang akan diresmikan, yaitu, gedung Twin B untuk perkuliahan berlantai 7 yang diberi nama gedung Utsman Bin Affan, Rusunawa unit 3 untuk mahasiswa yang diberi nama Ibnu Khaldun, gedung Yayasan Unisma berlantai 4 yang diberi nama gedung Abu Bakar As Siddiq, dan renovasi Masjid Ainul Yaqin Unisma.

Selain JK, peresmian empat gedung baru di Unisma juga dihadiri Gubernur Jatim, Soekarwo, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Irjen Anton Setiadji dan sejumlah pejabat di Malang Raya.

“Kehadiran Bapak Jusuf Kalla untuk meresmikan pembangunan gedung baru menjadi kehormatan bagi kami. Kami berharap kehadiran Bapak Wapres membawa berkah dan meningkatkan civitas akademika di Unisma,” kata Rektor  Prof Dr Masykuri Bakri MSi.

Selama kunjungan di Unisma, Wapres mendapatkan pengamanan ekstra dari Pasukan pengamanan yang terdiri dari TNI/POLRI serta Pasukan pengamanan Presiden (Paspampers) dalam pelaksanaan hingga berakhirnya acara,  berjalan sesuai rencana, yaitu aman dan lancar ” Alhamdullillah pelaksanaan pengamanan kunjungan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla berjalan sesuai rencana, ” kata Kapolres Malang Kota AKBP Singgamata SIK,MH seusai memimpin pengamanan. (hpm/mbah heru)

Foto: Wapres resmikan gedung Unisma di Kota Malang

 

Lagi, Polisi Evakuasi Korban Tewas Terbakar di Hutan Pinus Ponorogo

31 tewas terbakar hutan pinus ponorogoTribratanewsJatim.com: Kebakaran kembali terjadi di hutan pinus, Sabtu (31/10/2015) sore sekitar pukul 16.00 WIB. Peristiwa yang menelan korban nyawa ini terjadi  di Dukuh Krajan, Desa Tumpak Palem, Kecamatan  Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Tepatnya musibah itu terjadi di blok Tanggulasi Petak 163 hutan pinus Perhutani. Sedang korban Djadi (70) warga RT 02 /RW 01 Desa tersebut.

Saksi mata menjelaskan, sore itu sekitar pukul 15.00 WIB korban sedang membersihkan lahan garapannya, yakni geres getah pinus sambil mengumpulkan daun yang kering, kemudian dibakar. Meski sebelumnya oleh mandor sudah diperingatkan, bahwa kalau bersih bersih lahan jangan sampai dibakar.

Karena cuaca sangat panas dibarengi hembusan angin kencang, maka api dengan cepat merambat ke lahan sekitarnya. Korban panik dan ketakutan hendak mematikan kobaran api. Namun kobaran api lebih cepat mengenai tubuhnya dan akhirnya korban meninggal dunia.

“Saat itu karena Katimin saking semangatnya mematikan api, namun tidak menghiraukan keselamatn dirinya, karena umur sudah tua dan kondisi asap sangat pekat mengakibatkan Katimin terjatuh kehabisan tenaga dan akhirnya terbakar,” kata saki mata, Katimin.

31 pinus terbakarSementara Asper Perhutani, Yudha mengatakan, peristiwa yang terjadi di Petak 163 ini luasnya sekitar 1 hektar lahan yang terbakar serta sekitar 400 batang pohon pinus ditaksir Rp 400 juta dn kerugian kerusakan Rp 3,5 juta. Sedangkan api sudah berhasil dipadamkan.

Sementara itu, sebelumnya juga terjadi hal serupa, kebakaran hutan pinus di petak 49 seluas 5 hektar terletak di Desa Ngilo, Dusun Bimbing, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur  mengakibat 4 tewas, Kamis (29/10/2015).

Peristiwa itu mengakibatkan 4 tewas masing masing Suyitno (42)  petugas Polhut warga Desa Karang Patihan, Balong, Ponorogo. Jaimun (48) dan Paisun (25)  serta Budianto (35) sukarelawan, warga Dusun Blimbing, Desa Ngilo, Slabung, Ponorogo. (hpp/mbah heru)

Foto: korban yang tewas terbakar di hutan pinus

 

Polisi Bekuk Anggota Resmob Gadungan di Banyuwangi

31 ngajku resmob banyuwangiTribratanewsJatim.com: Pekerjaan sehari harinya petani, namun ngaku polisi. Adalah Sugianto (45)  pria berkulit sawo matang asal Dusun Curah Palung, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur ini berani mengaku sebagai anggota Resmob. Lama kelamaan ulahnya tercium polisi beneran, Sabtu (31/10/2015) petang.

Polisi gadungan itu diciduk anggota Polsek Siliragung. Informasinya Resmob palsu iini telah melakukan aksi pemerasan terhadap sejumlah warga Siliragung. Sesuai data yang diberikan Kapolsek Siliragung AKP Bakin pukul 19.53 WIB, sudah dua orang asal Siliragung yang melapor sebagai korban.

“Indikasinya korban lebih dari itu. Rencananya Minggu (1/11/2015) datang ke Mapolsek untuk melapor. Kami juga terima kabar dari Polsek Pesanggaran ada lima orang,” jelasnya.

Korban pertama asal Kecamatan Siliragung bernama Pariono (38). Dari warga Dusun Sumber Manggis, Desa Barurejo tersebut pelaku berhasil membawa pulang satu set meja kursi. Dari korban kedua yang bernama Jemidi (55) asal Dusun Silir Krombang, Desa Seneporejo, Resmob gadungan ini mendapat uang Rp 300 ribu.

“Motifnya rata-rata sama. Pelaku mendatangi korban dengan berpura-pura istrinya sakit. Kadang dia juga mengaku banyak hutang, lalu minta dipinjami sejumlah uang dan barang. Lantaran mengaku polisi banyak yang kasih,” kata perwira asal Genteng, Banyuwangi.

Tiap beraksi pelaku selalu mengenakan topi polisi dan menutup mukanya dengan masker. Cara inilah yang ditengarai memperlancar aksi tersangka saat menipu warga  karena sulit dikenali.

Tapi sepandai-pandai menutupi belang, akhirnya kedok Sugianto terbongkar juga. Bahkan ada kabar dari Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Agung Setyo Budi, salah satu keluarga tersangka kasus narkoba juga menjadi korban.

“Pak Bakin berkenan tersangka pemerasan diclose-up fotonya. Karena ada juga keluarga tersangka narkoba yang jadi korban,” begitu permintaan AKP Agung yang disampaikan kepada Kapolsek Siliragung melalui WhatsAps.

Kedok Sugianto ini terungkap setelah salah satu calon korban menaruh curiga terhadap gaya pelaku. Warga itu akhirnya melapor ke Polsek Bangorejo. Dari Bangorejo polisi palsu itu lantas dikeler menuju Polsek Siliragung. Dari sinilah akhirnya sejumlah nama-nama korban terkuak lebih dari dua. (hpj/mbah heru)

Foto: Anggota Resmob Gadungan

 

Polisi Lakukan Evakuasi, Puluhan Siswa Kercunan Makanan Katering di Songgon Banyuwangi

31 keracunan banyuwangiTribratanewsJatim.com: Puluhan siswa MTs Maula Ishak Kabat mengalami keracunan makanan. Musibah itu terjadi usai menyantap nasi bungkus yang disediakan pihak sekolah. Peristiwa ini mulai menggemparkan Bumi Perkemahan Desa Sumber Bulu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur sekitar pukul 15.00 WIB, Sabtu (31/10/2015). Satu persatu peserta perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami) ini mengeluh sakit perut dan mual mual lalu muntah-muntah.

Kejadian itu berlangsung hampir serentak. Para pembina yang kondisinya sehat lantas membawa para siswa ke Puskesmas terdekat untuk mendapat pertolongan pertama.

Informasi yang diterima sekitar pukul 20.50 WIB dari Kasie Humas Polsek Songgon Aiptu H. Abdurrahman, evakuasi terhadap para korban masih terus berlangsung. Sejumlah korban yang kondisinya memprihatinkan dirujuk dari Puskesmas Songgon menuju RSNU Mangir, Rogojampi.

Nasi bungkus yang diduga meracuni peserta perkemahan ini disediakan oleh pihak sekolah. Dari keterangan awal yang dikumpulkan aparat, nasi itu dikirim melalui katering. “Tidak dimasak di dapur umum, tapi melalui katering yang disediakan pihak sekolah,”  kata Aiptu Abdurrahman.

Sesuai laporan Kapolsek Songgon AKP Jabbar, aparat yang datang ke lokasi kejadian telah mengamankan 4 bungkus nasi yang disantap para siswa. Bukti itu nanti akan diperiksa pihak medis untuk memastikan apakah benar menjadi penyebab keracunan massal.

Aparat juga tengah mengumpulkan sejumlah data dari para saksi yang umumnya dari guru maupun pendamping para siswa. Sampai Sabtu malam penyelidikan kasus ini sedang berlangsung. (hpb/mbah heru)

Foto: korban keracunan

 

Satlatas Polsek Genteng Didik 100 Siswa TK Bhayangkari Genteng Banyuwangi

31 Lantas Genteng BanyuwangiTribratanewsJatim.com: Tertib berlalulintas di jalan raya perlu diperkenalkan pada anak usia dini. Hal ini untuk mendorong unit lantas Polsek Genteng – Polres Banyuwangin mendatangi TK Bhayangkari Genteng, Jumat (30/10/2015) untuk menggelar pendidikan masyakarat tentang lalulintas.

Dipimpin Kanit Lantas, Iptu Indah Citra Fitriana, tim yang terdiri dari tiga personil lantas bertindak layaknya guru TK. Di hadapan 100 siswa, pagi itu mereka mengajarkan materi mengenai pengenalan rambu- rambu lalulintas.

“Gambar ini artinya apa ayo? Siapa bisa angkat jari. Kalau naik motor harus pakai apa,” tanya Iptu Indah.

Bersama tiga anggotanya, perwira Akpol itu juga memperaktekkan  gerakan pengaturan lalulintas di jalan. Para siswa mengikuti arahan polwan berparas manis ini sambil mengikuti gerakan yang diperagakan.

Menurut Iptu Indah, praktek pengaturan lalulintas itu sengaja digelar di di lapangan sekolah agar para siswa bisa memperagakan secara langsung. Baginya, pelajaran teori di kalangan anak-anak kurang efektif dibanding praktek.

“Respon mereka bagus. Pengenalan rambu dan cara pengaturan lalin yang kita ajarkan bisa ditirukan dengan lancar. Gerakan itu akan terekam kuat dalam memori anak-anak sampai tua,” jelasnya.

Demi merangsang simpatik para bocah, anggota lantas Polsek Genteng memberi  reward atau penghargaan bagi siswa yang aktif serta bisa  menjawab pertanyaan tentang lalulintas.

“Tadi kami bagi-bagi 15 kotak makanan serta kipas mainan. Syukur program kami digemari sehingga mereka tidak malu-malu,” pujinya.

Iptu Indah pun terkesan dengan pola pengenalan tertib berlalulintas yang digelar di TK Bhayangkari Genteng. Rata-rata para siswa telah mengenali rambu-rambu lalulintas yang diperkenalkan petugas.

Kegiatan Dikmas ini mendapat perhatian dari kalangan orang tua siswa yang menunggui buah hatinya di sekolah. Tak jarang mereka memberi dorongan semangat ketika anaknya ditunjuk oleh aparat agar eksis. (hpb/mbah heru)

Polres Banyuwangi Bekap Dua Pelaku Narkoba

31 Bnyuwangi TSkTribratanewsJatim.com: Jembatan Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi rupanya dijadikan titik transaksi oleh pengedar sabu-sabu. Kabar ini terungkap setelah anggota Satnarkoba Polres Banyuwangi menangkap Sampurna Effendi (47), warga Dusun Jagalan, Desa/Kecamatan Rogojampi.

Asalnya, Effendi tinggal di Dusun Sukolilo, Desa Sukamaju, Kecamatan Srono. Kini pengedar SS tersebut pindah rumah di Rogojampi. Dia ditangkap aparat Satnarkoba Jumat (30/10/2015) sekitar pukul 14.00 WIB.

Uang tunai Rp 2 juta, buku tabungan BCA plus kartu anjungan tunai mandiri (ATM) diamankan aparat sebagai bukti. Duit itu merupakan hasil transaksi narkoba. Sedangkan buku tabungan plus ATM merupakan alat transaksi pengiriman uang hasil penjualan SS. Aparat juga mengamankan HP Nokia C3 milik tersangka.

Kasat Narkoba Polres Banyuwangi AKP Agung Setyo Budi mengungkap, Effendi biasa mengambil pasokan sabu dari pria berinisial Mat di jembatan Desa Jajag. Pola yang mereka pakai dalam transaksinya menggunakan sistem ranjau.

“Antara pemasok dan pemesan tidak saling kenal. Mat sendiri asalnya darimana tidak diketahui Effendi. Pola seperti ini umum dilakukan dari lingkaran pebisnis narkoba untuk memutus mata rantai demi menghindari jeratan aparat. Namun kita juga punya kunci cara pengungkapannya,” terang perwira yang akrab disapa Agung.

Nama Effendi muncul dalam data petugas setelah disebut oleh H Moch. Syahroni (45). Warga Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro ini lebih dulu dibekuk aparat di lampu merah Karangente Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi di hari yang sama.

Syahroni merupakan pemilik sabu yang masuk dalam jaringan Effendi. Karena satu paket SS seberat 4,66 gram yang disita petugas dari tangan warga Bulusan itu berasal dari lelaki asal Rogojampi tersebut.

“Kami juga mengamankan HP Nokia 105 dan sepeda motor Honda Beat warna putih nopol P 5482 YA yang biasa dikendarai pelaku saat mengedarkan serbuk putih,” cerita AKP Agung.

Kini peredaran Sabu jaringan Effendi telah terungkap. Keduanya sama-sama menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Kasus ini kian menegaskan bila Banyuwangi belum bebas narkoba.

Demi menekan angka peredaran napza di lingkungan warga, Subaghumas Polres Banyuwangi telah memasang imbauan tentang bahaya narkoba di sejumlah titik. Pemasangan imbauan itu ditegaskan Kasubaghumas Polres Banyuwangi AKP Subandi Jumat (30/10/2015).

“Kami sudah pasang baliho dan spanduk tentang narkoba di wilayah Banyuwangi utara dan selatan. Tolong yang di perempatan Jajag, Kecamatan Gambiran difoto ya,” pintanya.

Imbauan itu dipasang di sejumlah titik strategis mengingat tingginya angka peredaran narkoba di Bumi Blambangan. Tiap bulan selalu ada saja pelaku peredaran serta kepemilikan napza yang diamankan dan dilimpahkan ke pengadilan. Bahkan dalam dua bulan terakhir lebih dari 20 orang yang masuk dalam tahanan akibat  tersangkut narkoba.  (hpb/mbah heru)

Foto: tersangka narkoba 

 

Polsek Ambulu – Polres Jember Sita 9 Gelondong Kayu Jati Ilegal, Gergaji, Celurit dan Mobil

31 Kayu jemberTribratanewsJatim.com:  Permasalahan ilegal loging bukan hal baru, maraknya kasus illegal loging di Indonesia sudah menimbulkan dampak yang luas baik kerugian negara, rusaknya ekosistem, pemanasan global bahkan sampai bencana alam. Pemerintah pun serius menegakkan hukum untuk menindak para pelaku pembalakan liar hutan.

Mengantisipasi kasus ilegal loging terjadi di Kabupaten Jember, sejak awal Kapolres Jember AKBP M Sabilul Alif SH SIK sudah berupaya menekankan jajarannya agar terus menjalin sinergi dengan masyarakat maupun Intansi terkait sehingga bisa  mengungkap kasus ini.

Berkat Kerjasama dan kordinasi yang baik yang dibangun selama ini , Polres Jember berhasil mengungkap kasus Illegal Loging yang terjadi di hutan Perum Perhutani Dsn. Ungkalan Ds. Sabrang Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Berawal Menjelang Subuh, Jumat(30/10/2015)  penjagaan SPKT Mapolsek Ambulu didatangi petugas RPH Ambulu. Petugas Piket yang sedang siaga melayani laporan masyarakat lantas mengetahui maksud petugas RPH yang melaporkan adanya kejadian pembalakan liar hutan. Tak mau kehilangan buruannya, petugas merespon cepat laporan dan langsung terjun ke TKP  dipimpin KA SPKT Aiptu. Edy Subiantoro

Lima aparat Kepolisian bergerak cepat bersama 2 Anggota RPH dengan menggunakan Mobil Patroli, ditengah perjalanan petugas berpasasan mobil pick up yang dicurigai membawa kayu illegal. Ketika petugas bertindak menghadang untuk melakukan pemeriksaaan, tiba tiba sekawanan pelaku yang diperkirakan empat orang , salah satunya berusaha melawan sambil mengacung acungkan sebilah clurit.

31 Mobil Kayu Jember Ancaman pelaku tak membuat petugas gentar , pelaku diperingatkan untuk menyerah, karena tidak digubris pelaku, terpaksa petugas memberi tembakan peringatan. Tindakan tegas aparat membuat pelaku keder dan melarikan diri meninggalkan mobil pick up Grand Max No. Pol. P. 9336-LJ. Petugas sempat mengejar pelaku ini lari ke hutan, karena situasi yang gelap, membuat pelaku bisa meloloskan diri dari sergapan aparat.

“ Kami sudah berhasil mengamankan satu unit kendaraan yang dijadikan sarana sekaligus barang bukti 9 glodong kayu jati ilegal, 2 buah clurit , 4 buah gergasi dan sebilah kapak. Kemudian guna pengembangan lanjutan , kami melimpahkan kasus ini ke Polres,“ ungkap Kapolsek Ambulu AKP Sugeng.

Kasubag Humas Polres Jember AKP Dono Sugiarto saat dikonfirmasi membenarkan pengungkapan kasus illegal loging ini

“ Semua barang bukti sudah diamankan di Mapolres Jember, Sat Reskrim masih melakukan pengejaran terhadap pelaku dan kami meyakini pelaku bisa segera ditangkap dan  diproses sesuai hukum yang berlaku “ Terang Kasubag Humas Polres Jember (hpj/mbah heru)

 

Polres Jember Amankan 100 Orang Terlibat Judi

31 judi jemnber 1TribratanewsJatim.com: Judi merupakan penyakit masyarakat yang sudah mewabah dari masa ke masa. Pelakunya mulai dari bandar besar, sindikat , sampai judi taruhan pada kelompok masyarakat kecil seolah tidak ada habisnya. Mereka  menjajakan aneka menu judi ditengah tengah masyarakat. Ada judi tradisional, judi sabung ayam, judi kartu, togel, bahkan judi via sms maupun judi didunia maya (online.

Perang terhadap segala bentuk perjudian sudah menjadi atensi Kapolres Jember AKBP M Sabilul Alif SH SIK. Penegakan Hukum bagi para pelaku judi dijadikan prioritas sasaran target operasi Polres Jember. Bukan hanya sekedar wacana Kapolres Jember membebaskan Kota Suwar Suwir ini dari perjudian.  Hal ini dinyatakan dengan keberhasilan  dalam kurun 3 Bulan terakhir  ini (Tri Wulan ), setidaknya  lebih dari 100 orang sudah dihadapkan ke meja hijau. Mereka ditangkap , digerebek dan digelandang petugas lalu dijebloskan ke tahanan, karena terlibat mulai judi kartu, judi togel, judi sabung ayam bahkan sampai judi online juga tak luput dari bidikan Jajaran Sat Reskrim Polres Jember

Kali ini Kabar terbaru ungkap kasus judi datang dari Polsek Puger, Sabtu (31/10/2015) . Anggota Unit Reskrim Polsek Puger yang dipimpin Kanit Reskrim  Aiptu Joko berhasil menangkap 2 Pelaku Judi Togel. Bermula dari informasi masyarakat,  lalu polisi melakukan penyelidikan  dilapangan. Jerih payah petugas membuahkan hasil, aparat berhasil mengendus gerak gerik pengecer togel.

31 Judi jemberMelihat gelagat yang mencurigakan, tanpa basa basi aparat langsung menggeledah penjual togel yang sedang melakukan aksinya. Pelaku Berinisial MHB warga Dsn.Gedangan Desa Puger Jember tak berkutik saat aparat menemukan barang bukti Buku Rekapan Togel, Uang tunai senilai Rp. 83.000,- , 2 Spidol warna hitam berikut sebuah HP Merek Samsung yang digunakan sebagai sarana pelaku

“ Pelaku MHB sudah dijadikan tersangka oleh penyidik saat ini sudah ditahan, dari hasil pemeriksaan berkembang kemudian  kami berhasil menangkap seorang pelaku lagi yang berinsial MM warga Dsn Gedangan Puger , dari tangan pelaku ini kami mengamankan barang bukti 2 buah HP Merk Cross , Buku rekapan setoran  dan buku tafsir 1000 Mimpi, dan sementara  Pelaku MM masih kami periksa “  kata Kapolsek Puger AKP. M. Sudariyanto

Sementara Kasubag Humas Polres Jember AKP. Dono Sugiarto saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan dua pelaku judi togel di Polsek Puger

“ Bapak Kapolres sangat atensi memberantas perjudian di Jember, kami terus berupaya menegakkan hukum kasus judi dan semuanya bila memenuhi alat bukti kami pastikan diproses sesuai hukum yang berlaku “ Tegas Kasubag Humas Polres Jember. (hpj/mbah heru)

Foto: barang bukti judi

Kepala BNN: Butuh Sinergitas Berantas Narkoba di Indonesia

31 waka poldaTribratanewsJatim.com: Sinergitas bersama pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkoba digerlar di gedung DPRD Jatim, Sabtu (31/10/2015). Kegiatan ini bertajuk “ Strategi Pecapaian Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN)”.

Kegiatan itu juga dihadiri antara lain oleh Kepala BNN Pusat Jatim Komjen Budi Waseso, Waka Polda Jatim Brigen Eddy Harianto, Wagub Jatim Sifullah Yusuf, Ketua DPRD Jatim Drs Halim Iskandar P.Pd,  Ketua BNNP Jatim, Ka Binda Jatim, Rektor Unibaw dan 21 Kertua DPRD se Indonesia dan Ketua DPRD Kabupaten / Kodya Se Indonesia.

Waka Polda Jatim, Brigjen Eddy Hariono menyampaikan, bahwa  soal “Good Market” atau calon pasar  dengan sistem peredaran, yakni pasar baru, pasar teratur dan pasar tetap. Sedang peredaran narkoba paling banyak, yakni dari laut, karena negara kita 70 % wilayahnya laut.

Sedangkan pengungkapan penyalahgunaan narkoba  tercatat 3.038 kasus. Polda Jatim ranking pertama dalam pengungkapan kasus narkoba.

1 BNNKepala BNN Komjen Budi Waeso menegaskan, penyhalahgunaan peredaran gelap narkoba disebut sebagai perang modern, karena langsung menyentuh kepada generasi mudah yang nota bene calon pemimpin akan datang.

“Untuk itulah, kalau ingin memberantas narkoba butuh keterlibatan masyarakat termasuk Tokoh Agama (Toga) dan Tokoh Masyarakat (Tomas). Dan diperlukan juga sinergitas dari semua lapisan masyarakat,” kata Jendeeral Polisi berbintang tiga itu.

Dikatakan oleh Wagub Jatim, bahwa  tercatat 15 Kabupaten / Kodya se Jawa Timur belum memiliki Satgas / Satlak narkoba. Selama ini Jawa Timur masuk 3 besar di Indonesia dalam peredaran narkoba. Tahun 2015 Jawa Timur Ranking  34 di Indonesia.

Terkait hal itu, DPRD Jatim berkomitmen sekaligus merealisasikan  pencapaian program cegah dan peredaran gelap narkoba  atau disingkat P4GN. “ Akibat peredaran narkoba Prov Jawa Timur mengalami kerugian biaya ekonomi  mencapai Rp 9,5 triliun. Angka ini terbesar se Indonesia,” kata Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Ditegaskan, 97,2 % penduduk Jawa Timur terjerat penyelahgunaan narkoba dan peredaran gelap narkoba. Sedang  yang 2,8 % memperoleh peyalanan rehabilitasi secara bertahap. (boby/mbah heru)

foto: Giat sinergitas pengungkapan dan peredaran narkoba di Gedung DPRJ Jatim dan ilustrasi BNNP Jatim ungkap kasus narkoba

 

Polsek Kaliwates Polres Jember Gulirkan “Pos Wedhang Cor”

31 Pos wedang Cor JemberTribratanewsJatim.com: Jelang Pilkada Serentak di Kabupaten Jember, Jawa Timur membuat Jajaran Polres Jember gencar melakukan kegiatan cipta kondisi kamtibmas. Garis Kebijakan  Program Nawa Karya Tama Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif SH SIK yang digulirkan terus menggelinding mengikuti perputaran roda perkembangan situasi kamtibmas

Dalam upaya membangun komunikasi dan sinergitas polisi dengan masyarakat, “Pos Wedhang Cor” menjadi salah satu pokok kegiatan yang menjadi ajang serap informasi dan kordinasi langsung dengan elemen masyarakat.

Jumat (30/ 10/ 2015) Giliran Kapolsek Kaliwates Kompol. Susiyanto, SSos bersama Bhabinkamtibmas dan  Babinsa Kelurahan Sempusari melaksanakan “Pos Wedang Cor” bersama seluruh Ketua RT dan RW yang berada di Kel. Sempusari . Tercatat 62 Orang hadir dalam kegiatan  yang dilaksanakan siang tadi di Balai Pertemuan Keluarahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember .

31 pos wedang corDalam Kesempatan arahannya Kapolsek Kaliwates Kompol. Susiyanto, S Sos menyampaikan bahwa seluruh ketua RT dan RW adalah garda terdepan dalam pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat setempat. Ketua  RT dan RW merupakan agen dari pemerintah dalam hal membangun informasi baik kebijakan maupun informasi permasalahanmasyarakatnya.

“ Kami mengharapkan  Pihak RT dan RW bisa menjadi basis  deteksi dini situasi kamtibmas di wilayahnya masing masing, untuk itu dibutuhkan kerjasama yang baik dengan Bhabinkamtibmas  agar sama sama pro aktif menyelesaikan masalah masalah sosial, kasus yang bisa diselesaikan secara pra yudisial untuk bisa dimediasi bersama tokoh masyarakat maupun tokoh agama guna mendapat solusi terbaiknya ‘ Tutur Kapolsek Kaliwates  

Disisi lain Kapolsek Kaliwates juga menghimbau kepada ketua RT dan RW agar membantu sosialisasi dor to dor  menekan angka golput , sekaligus diingatkan agar tidak terpengaruh terhadap isu isu propaganda, kampanye hitam dan  penyebaran faham radikal isis,  agar terbangun sinergitas yang kuat dan peran aktif dalam partisipasinya menciptakan rasa aman bagi masyarakat. (hpj/mbah eru)